( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0

Update Algoritma Terbaru Google

Kamis, Mei 10th 2018. Oleh Aaisyah

Algoritma Google pertama kali diperkenalkan tahun 2011 mesin pencari terbaik, terkemuka dan paling banyak digunakan sampai saat ini dikenal rajin dalam melakukan update algoritma SEO untuk web blog, situs atau website.

Google terus menerus memperbarui algoritma SEO yang dikelolanya sehingga mampu menentukan mana blog yang memiliki kualitas terbaik dan tidak; untuk ditampilkan pada Search Engine Result Page (SERP) di posisi yang selayaknkya.

Agoritma mesin cari Google

Singkatnya, kuantitas dan kualitas sebuah website merupakan acuan utama tinggi dan rendahnya ranking situs pada laman SERPs. Semakin bagus, semakin tinggi pula posisinya di SERPs.

Berikut ini perkembangan Algoritma SEO Google supaya kita memahaminya :

1. Panda (2011)

Panda diluncurkan pada tahun 2011 guna mengatasi dan menghadapi Duplicate Content, web spam atau keyword yang digunakan berungkali pada isi artikel.

Situs yang terdeteksi dan ketahuan melakukan kegiatan diatas akan ditandai dan dihukum, efeknya berimbas ke jatuhnya ranking website tersebut.

Sampai kini (2018), Panda masih menjadi bagian inti dari algoritma.

Matt Cutts, – Kepala Tim Webmaster Google mengatakan, “Duplicate Content bukan masalah” Namun, tidak ada kata maaf bagi website yang terdeteksi Spam atau Keyword Spamming.

Google Panda mengalami pengembangan atau update versi terbarunya yang dinamakan 24th Panda Refresh (22 Januari 2013) dan 25th Panda Refresh (14 Maret 2013).

2. Penguin (2012)

Dibuat dan diluncurkan pada tahun 2012, Penguin memberikan efek jera yang amat menyakitkan karena sasarannya adalah situs yang memiliki Backlink tidak relevan sehingga terkesan Spam.

Sampai saat ini, Penguin masih menjadi bagian inti dari algoritma secara keseluruhan seperti halnya Panda.

Perbedaannya,  Penguin bekerja secara Real-Time; sedangkan Panda tidak demikian.

Oh iya, Penguin juga mengalami update besar-besaran pada tahun 2013 atau satu tahun pertamanya setelah diluncurkan. Tepatnya pada tanggal 4 Oktober 2013.

3. Hummingbird (2013)

Salah satu faktor tinggi dan rendahnya ranking suatu artikel atau situs pada Search Engine Result Page (SERPs), didasari pergerakan Hummingbird.

Algoritma ini bertugas mencari artikel berkualitas dan bernilai tinggi.

Jika yang ditemukannya adalah konten berkualitas rendah, ranking artikel tersebut akan jatuh pada halaman SERPs.

Namun, berbeda halnya apabila yang ditemukannya adalah artikel berkualitas, tentu ditempatkan pada halaman Page One atau halaman pertama.

Pada faktanya, meski diluncurkan pada tahun 2013 lalu, Hummingbird masih dijadikan atau bagian inti dari algoritma, yang bertugas sebagai acuan utama dalam penempatan ranking suatu artikel atau website secara benar, akurat dan tepat.

Selain itu, cara kerja Hummingbird adalah menemukan dan menampilkan suatu artikel di SERPs berdasarkan kueri (keyword) apa yang diketik oleh calon pembaca, istilah, sinonim, indeks dan kata-kata pengertian.

4. Pigeon (2014)

Dipublikasikan pada tahun 2014, Pigeon memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap artikel pada hasil penelusuran.

Selain itu, Pigeon juga menghubungkan antara algoritma lokal dan algoritma inti milik Google.

Satu-satunya cara yang bisa anda lakukan untuk menghadapi dan mengatasi adalah dengan menerapkan teknik SEO On Page dan Off Page secara benar, akurat, efektif dan tepat.

Anda harus menjaring banyak pembaca dari Organic Traffic dan Social Media. Semuanya harus terlihat natural atau alami, tidak boleh menggunakan teknik negatif atau yang lebih dikenal dengan istilah Black Hat SEO.

5. Pirate (2014)

Pirate sebenarnya memiliki 2 versi, tahun 2012 dan tahun 2014. Nyatanya, perbedaan diantara kedua versi algoritma ini sangat signifikan.

Pirate bertugas mencari dan menemukan konten-konten yang bersifat melanggar Hak Cipta milik orang, baik pribadi maupun kelompok.

Nyatanya? Pirate ada kaitan erat dengan Google DMCA.

Ketika suatu artikel atau situs dilaporkan pada Google DMCA, maka sistem Pirate yang akan bergerak untuk menentukan bagaimana efeknya, resikonya atau kerugian yang akan diberikan pada konten yang melanggar Copyright tersebut.

Ada banyak kemungkinan yang diberikan Pirate; ranking artikel atau blog akan jatuh di SERPs, atau salah satu diantaranya akan dihapus oleh Google secara otomatis.

6. MobileGeddon (2015)

Satu-satunya algoritma yang paling berbahaya, diakui dan ditakuti oleh blogger mana pun; Mobile Friendly & Responsive.

Situs mana pun yang tidak menerapkan atau memasang fitur Mobile pada Theme yang mereka gunakan, akan di depak dari SERPs dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Awal mula dan sejarah lahirnya MobileGeddon ini berdasarkan banyaknya pengunjung yang mengakses Google menggunakan Smartphone (Telepon Pintar) dengan nilai persentase mencapai 70% secara keseluruhan; 30% pengunjung lainnya berasal dari Desktop (Komputer/Laptop).

Seperti yang anda tahu, Google adalah mesin pencari terbaik, termuka, dan Search Engine yang paling banyak digunakan sampai saat ini. Mau tidak mau, anda harus menuruti permintaannya.

7. Rankbrain

Rankbrain adalah salah satu bagian inti dari algoritma Hummingbird.

Kurangnya kueri spesifik atau relevan yang ada di dalam artikel, membuat konten tersebut terdepak secara bebas pada laman SERPs.

Singkatnya, Rankbrain memaksa anda untuk membuat konten yang benar-benar berkualitas, relevan dan detail.

Faktanya, Rankbrain merupakan salah satu faktor tinggi dan rendahnya ranking suatu konten pada hasil pencarian penelusuran Google atau SERPs.

8. Possum (2016)

Possum, salah satu yang membuat pebisnis Online menjadi stress. Dilahirkan pada tahun 2016 guna meningkatkan daya saing di bidang Bisnis Online.

Bekerja dengan cara menampilkan bisnis Online anda pada halaman utama mereka, — berdasarkan kueri yang diketik oleh calon pengunjung.

Contohnya, saya bertempat tinggal di Medan atau Bandung.

Saya mengetik kata kunci “Rumah Sakit” pada halaman Google, maka yang muncul adalah alamat RS yang berdekatan dengan lokasi saya saat itu.

Singkatnya, semakin dekat bisnis yang anda daftarkan pada My Google Bussiness dengan lokasi calon pengunjung, semakin berkemungkinan besar halaman bisnis Online anda muncul pada halaman utama Google.

Nah, kalau misalkan bisnis Online berada di dalam satu gedung, — yang notabene gedung tersebut juga pernah didaftarkan My Google Bussiness, maka halaman bisnis Online anda akan tersingkirkan.

Sebenarnya, masalah ini relatif.

Kalau misalkan bisnis Online anda sudah sangat besar, tentu mudah mengalahkan pesaing lainnya yang pernah didaftarkan pada My Google Bussiness atau produk Google lainnya.

9. Owl (2017)

Salah satu algoritma yang jarang diketahui oleh blogger Indonesia. Mengapa? Karena Google kurang fokus memberitakan algoritma ini.

Nyatanya, Owl sangat mengerikan karena dikerjakan langsung oleh manusia; tidak mengandalkan Robot, Crawl dan/atau pun Googlebot.

Owl bertugas dan berfungsi menangani, menandai, dan menghapus situs atau website yang diketahui melakukan Content Spamming.

Content Spam yang dimaksud adalah artikel yang mengandung SARA, penghinaan, pembohongan publik, konten yang terkesan hate speech, dan artikel-artikel negatif lainnya.

Juga, situs yang menggunakan teknik AutoBlog juga tidak luput dari Owl.

Sebenarnya, Owl masih dalam proyek pengembangan.

Cara kerjanya sangat simple. Anda mencari artikel, lalu membuka artikel yang ingin dibaca, ternyata setelah anda baca terdapat unsur Hoax atau SARA, anda bisa melaporkannya langsung ke pihak Google.

Cara melaporkan artikel tersebut pun sangat gampang. Nantinya, anda akan diperlihatkan kotak formulir berukuran kecil tepat dibagian bawah pada URL dari artikel tersebut (pada halaman SERPs), yang perlu anda lakukan saat itu adalah melaporkannya.

Yang parahnya, proyek ini mengharuskan untuk mempekerjakan manusia untuk membantu analisa Spam Content. Anda harus berhati-hati.

10. Fred (2017)

Diluncurkan pada tanggal 8 Maret 2017 lalu, Fred cukup menggetarkan jiwa blogger di seluruh dunia.

Sasaran atau target Fred adalah situs atau website yang hanya menyediakan konten-konten singkat, padat, dan jelas; dalam artian konten berkualitas rendah, tidak mendalam, tidak relevan dan/atau tidak detail dalam penulisannya.

Umumnya, konten-konten singkat ini melanggar pedoman atau komunitas Google seperti yang diberlakukan jauh-jauh hari.

Dikatakan melanggar karena pada situs tersebut adanya unit iklan AdSense atau iklan lainnya.

Jadi, selama artikel yang anda buat memang benar-benar singkat tapi tidak memunculkan iklan AdSense atau program periklanan lainnya, selama itu pula situs anda baik-baik saja.

Kalau anda ingin aman, usahakan jangan pernah memasang iklan dalam bentuk apapun selama konten yang dimaksud memang benar-benar singkat, padat dan jelas.

Contohnya? Seperti blog atau situs yang menggunakan topik definisi, pengertian, kamus slang, dan sebagainya.

Namun, satu hal yang pasti, konten anda akan sangat sulit bersaing di SERPs terkecuali anda konsisten dalam menerbitkan artikel.

Fred juga akan memantau lalu lintas Inbound Link dan Outbound Link; serta Internal Link dan Eksternal Link.

Pastikan semua hal-hal yang berkaitan dunia tautan Link harus benar-benar relevan, saling menyesuaikan antara satu dengan lainnya; dan hindari teknik-teknik yang berbau Spam.

Fred sangat berbahaya, sebagaimana menakutkannya MobileGeddon dulu.

Hampir semua website terkena imbasnya terutama yang banyak link internal/external (anchor text) tidak relevan dan spam keyword.

FRED berfungsi untuk menyaring antara “Blogger Positif” dengan “Blogger Negatif”. Lalu bagaimana cara kerjanya yang mungkin banyak orang belum mengetahuinya. Analisis Websmaster di Perusahaan Alphabet, Gary lllyes memberi julukan ‘Google Fred’ adalah sebuah candaan untuk menargetkan atau menjatuhkan Peringkat Konten dari Blog/Situs milik Blogger Negatif.

Setiap kali melakukan update algoritma, google tidak memberikan bocoran karena sifatnya yang rahasia. Tetapi ada kabar gembira karena Pakar SEO Barry Schwartz dan Perusahaan Pelacakan Traffik seperti StatCounter dan TechWyse telah melakukan analisis dan mempelajari Karakteristik Google Fred ini.
Pada setiap artikel untuk mendokrak artikel lainnya biasanya membuat internal link seperti “Lihat Juga, Baca juga, Silahkan kunjungi”. Link ini juga yang biasanya digunakan untuk memberikan backlink ke situs lain. Google akan menargetkan kepada blog yang memiliki link mati (broken link), rusak atau artikel pada link tersebut sudah di hapus oleh pemiliknya.
Target Fred lainnya adalah memeriksa internal link yang tidak sesuai dengan isi artikel tersebut. Salah satu contoh artikel makanan tetapi membuat link baca juga yang mengarah ke artikel bisnis atau teknologi. Link artikel yang ada di dalam bacaan sebaiknya sesuai dengan isinya atau saling berhubungan. Hasil penelitian Statcounter dan TechWyse melaporkan Temuan bahwa Link Tautan Balik berkualitas Buruk atau Tak Relevan menyebabkan Banyak blog/web terpukul oleh pembaharuan Fred.
Barry Schwartz seorang Pakar Ahli SEO menemukan indikasi hubungan antara Fred dan Monetisasi iklan dalam Tulisan Penelitian yg Beliau Lakukan. Berikut ini adalah yang dikatakan Barry : “Jelas, bisa berlaku untuk jutaan situs web, namun jutaan situs tidak terpuruk oleh pembaruan Fred. Jadi apa yang terjadi? Nah, bukti tentu saja menunjukkan bahwa situs yang memprioritaskan monetisasi sehingga mengabaikan pengalaman pengguna terkena dampak paling parah. khususnya situs dengan inventaris iklan yang sangat banyak dan konten yang sedikit”.

Nah buat anda yang banyak memasang iklan Adsense tetapi memiliki konten yang sedikit silahkan lakukan perubahan dengan memasang posisi iklan yang tepat. seperti posisi iklan di Header, Atas Postingan, Tengah Postingan dan Akhir Postingan. Sedangkan untuk di sidebar atau samping artikel blog silahkan tampilkan di versi Desktop saja karena pada saat dibuka versi mobile iklan tersebut tidak tampil atau kadang tampil di bawah dan terkesan menggangu pembaca. Intinya kurangi pemakaian widget di sidebar karena pengguna terbesar saat ini dari smartphone.

11. Hawk

Masih di tahun yang sama, lagi-lagi meluncurkan algoritma terbaru mereka yang diberi nama Hawk.

Hawk adalah campuran dari Pigeon dan Possum.

Algoritma Google Hawk

Secara kasat mata, Hawk memang tidak berdampak pada situs atau website yang menggunakan topik biasa-biasa saja.

Namun, Hawk harus diwaspadai bagi pebisnis Online, — dimana bisnis yang mereka miliki sudah terdaftar pada produk-produk Google seperti My Google Bussiness atau lainnya.

Cara mengantisipasi Hawk tentunya sangat mudah. Anda hanya perlu membaca penjelasan Pigeon dan Possum diatas dan menggabungkannya menjadi satu, silakan anda artikan dan maknakan sendiri.

 

Kesimpulan

Sebagai Search Engine yang terbesar saat ini, engine developer sering memperbarui dan menambahkan algoritma terbaru guna meningkatkan efisiensi SEO alami dan natural.

Berawal dari lahirnya algoritma, lahirlah metode SEO (Search Engine Optimization).

SEO adalah perpaduan teknik, taktik dan strategi SEO ON Page dan OFF Page tanpa batas dengan mengandalkan nalar, wawasan dan pengetahuan yang luas terkait SEO, imajinasi yang tiada batas serta taktik dan strategi SEO yang terorganisir dengan sangat baik.

Dengan adanya update Fred ini maka akan berdampak kepada blog/web yang akan terjadi penurunan atau kenaikan secara drastis. Untuk blogger Negartif sudah pasti ini merugikan sekali tetapi bagi Blogger Positif sangat menguntungkan. Nah buat sobat yang sudah melakukan beberapa kesalahan di atas mulai sekarang lakukan perbaikan supaya tidak Terkena Dampak Pinalty Google Fred.

Berikut ini adalah tips dari Blue Corona, Perusahaan Jasa Service Digital Marketing :

  • Kurangi Jumlah Iklan di Situs Anda
  • Tinjau Kembali Panduan Mutu Penelusuran Web Master Tool
  • Terus Update Konten Anda Untuk memperbaiki kesalahan
  • Pastikan Metadata, Tag, Link, Kualitas Backlink yang relevan dengan Isi artikel

Algoritma-algoritma ini pada dasarnya memberikan, membuat atau menentukan peringkat (Ranking) suatu artikel atau website berdasarkan penilaian yang didapatkan oleh berbagai tipe algoritma tersebut.

Anda sebagai penulis online (Blogger), harus terus mengawasi dan mengikuti perkembangan algoritma Google sebagaimana fungsi dan kegunaannya.

Teknik SEO adalah seni atau taktik yang selalu berkembang, hari ini bisa di halaman pertama hari esok bisa saja turun dan bahkan hilang. Jangan mudah menyerah untuk belajar seperti pepatah ” Diatas Langit Ada Langit ” tidak ada yang abadi di Dunia ini.

Literatur :
tipsseokiller.blogspot.co.id
mastimon.com

Tinggalkan Pesan